Saturday, September 8, 2018

Angin

Entah deja vu
atau memang takdir akan terus terulang

Semakin lama mata ini saling terpaut
Keistimewaan itu mulai pudar
Karna tak ada satupun yang bergerak
Diam di zona nyamannya
Ada yang tenggelam di dunianya
Ada yang termenung meratap pada angin

Setiap hari angin berhembus
Menggoyahkan pepohonan
Begitupula dengan kepercayaan penitip pesan
Namun yang dituju tak jua keluar dari rumah keongnya

Kesunyian
Yang akhir-akhir ini tercipta
Adalah jawaban
Dari sang pembawa pesan
Bahwa si penerima bukanlah sosok yang tepat
Atas semua salam
yang tak henti dititipkan pada udara

Malam itu angin masih berhembus kencang di luar jendela

Setidaknya harapan itu benar-benar terkabul
Angin telah membawa perasaan itu
pergi
Meninggalkan gadis yang tak percaya lagi akan cinta

No comments

Post a Comment

If this post inspiring you, don't forget to tell me o k?

© mutiaraini
Maira Gall