Wednesday, September 26, 2018

Angin

[ Entah deja vu atau memang takdir akan terus terulang ]
Semakin lama mata ini saling terpaut
Keistimewaan itu mulai pudar
Karna tak ada satupun yang bergerak
Diam di zona nyamannya
Ada yang tenggelam di dunianya
Ada yang termenung meratap pada angin
Setiap hari angin berhembus
Menggoyahkan pepohonan 
Begitupula dengan kepercayaan penitip pesan
Namun yang dituju tak jua keluar dari rumah keongnya
Kesunyian
Yang akhir-akhir ini tercipta
Adalah jawaban
Dari sang pembawa pesan
Bahwa si penerima bukanlah sosok yang tepat
Atas semua salam
yang tak henti dititipkan pada udara
Malam itu angin masih berhembus kencang di luar jendela
Setidaknya harapan itu benar-benar terkabul
Angin telah membawa perasaan itu
pergi 
Meninggalkan gadis yang tak percaya lagi akan cinta
hehe, jangan serius gitu bacanya :)
-imported from my tumblr

No comments

Post a Comment

If this post inspiring you, don't forget to tell me o k?

© mutiaraini
Maira Gall